Senin, 17 Januari 2011

Seni Lukis Tubuh Atau Tattoo

Tattoo. Di awal kemunculannya era 90an, tattoo memiliki kesan negative di mata masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan tattoo banyak dipakai oleh para pelaku criminal seperti preman, copet, dan sebagainya. Namun, lama kelamaan tattoo tak lagi terkesan negative sampai muncul tattoo kontemporer.
Tatto sendiri mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1990. Seni tattoo berawal dari seni Body Painting, yaitu seni melukis tubuh. Untuk menghilangkan kesan negative tattoo, orang-orang yang tergabung dalam komunitas pecinta tattoo berusaha untuk menghilangkan kesan negative tattoo. Kemudian, tercetuslah ide tattoo kontemporer, yaitu tattoo yang dapat dihapus atau dihilangkan dalam periode waktu tertentu, sekitar dua sampai tiga minggu.Tattoo kontemporer diperkenalkan pertama kali oleh para seniman pecinta tattoo di Jogja, namun demikian tattoo kontemporer ini lebih terkenal di Bali pada awal pengenalannya, seiring berjalannya waktu kini tattoo kontemporer sudah terkenal diseluruh penjuru Indonesia terutama Bali dan Jogja. Geolito, sebagai salah satu anggota komunitas tattoo Jogja yang juga berprofesi sebagai pembuat tattoo kontemporer di pinggiran toko jalan Malioboro yang pada hari kamis 8 april 2010 lalu kami wawancarai berharap setelah adanya tattoo kontemporer ini masyarakat bisa menerimanya sebagai seni, bukan lagi sebagai identitas yang terkesan 'kriminal'.
Tattoo kontemporer dibuat dengan bahan yang sama sekali berbeda dengan tattoo permanen, yaitu heina (pacar). Bahan ini sama sekali tidak berbahaya, terbuat dari dedaunan yang banyak terdapat di Kalimantan, yaitu daun inay (dalam bahasa melayu). Menurut Geolito bahan ini tak memiliki efek samping selain alergi bagi kulit-kulit tertentu yang memang rentan terhadap bahan-bahan tertentu.
Menurutnya, peminat tattoo kotemporer ini kebanyakan adalah kaum wanita. Motif favorit wanita biasanya motif bunga atau kupu-kupu.. Saat ditanyai alasan kenapa mereka ingin bertato adalah untuk kepuasan tersendiri. Mereka beranggapan tattoo itu indah dan bangga menggunakannya. Geolito menyimpulkan hal tersebut menunjukan bahwa kini tattoo tak lagi menjadi hal negatif yang dianggap mengotori tubuh dan hanya dikenakan oleh pelaku kriminal. “Yang kriminalkan orangnya mbak, bukan tattoonya”, ujarnya seraya tertawa.
Proses pembuatan tattoo kontemporer ini, pertama motif tattoo ditentukan, bagian tubuh yang akan ditatto dibersihkan terlebih dahulu dengan air. Setelah itu pembuatan tattoo dimulai, dengan cara melukiskan heina secara teratur sesuai dengan motif yang diinginkan. Setelah itu didiamkan hingga mengering dan tidak boleh terkena air selama 90 menit sesudah tattoo dibuat.
Geolito mematok harga Rp 30.000,- untuk tattoo berukuran kecil dan Rp 40.000,- untuk tattoo ukuran besar, sedangkan untuk tattoo yang sangat besar dipatok harga Rp 100.000,-. Dia menerima semua permintaan tattoo, namun dia membatasi umur pelanggannya yakni 18 tahun ke atas. “Kalau didampingi orang tuanya sih, mbak, anak SD juga saya mau tattoin,” ujarnya. Geolito berharap pandangan masyarakat terhadap tattoo yang hingga saat ini belum seperti yang diharapkannya dapat membaik. Pria bertatto ini berprinsip tattoo adalah seni, dan sama bernilainya dengan seni-seni lain seperti seni lukis atau seni lainnya. Tertarik untuk bertattoo?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar